Rabu, 23 Maret 2016

Tugas 1 Etika & Profesionalisme TSI Semester ATA 2015/2016


1.      Jelaskan tentang pentingnya beretika baik dalam penggunaan maupun pembuatan teknologi sistem informasi !
Etika berlaku pada saat kita menggunakan teknologi informasi yang kian berkembang dengan pesat. Kemajuan teknologi ini tentunya mempunyai dua sisi; keuntungan dan kerugian, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Secara sederhana, teknologi informasi meliputi fungsi menghasilkan, menyimpan, mengolah, dan menyebarkan informasi tersebut ke berbagai bentuk media dan format. Etika berkomputer amat penting karena masyarakat memiliki persepsi dan ketakutan tertentu yang terkait dengan penggunaan komputer. Fitur-fitur penggunaan komputer yang mengkhawatirkan masyarakat adalah kemampuan untuk memprogram komputer untuk melakukan nyaris apa saja, fakta bahwa komputer dapat mengubah kehidupan sehari-hari, dan fakta bahwa apa yang dilakukan komputer bisa jadi tidak terlihat oleh orang yang menjadi korban.
Etika komputer adalah sebuah frase yang sering digunakan namun sulit untuk didefinisikan. Untuk menanamkan kebiasaan komputer yang sesuai, etika harus dijadikan kebijakan organisasi etis. Sejumlah organisasi mengalamatkan isu mengenai etika komputer dan telah menghasilkan guideline etika komputer, kode etik. Berbeda dengan ilmu komputer, yang hanya eksis pada abad ini, ilmu dan disiplin lainnya telah memiliki waktu yang lebih panjang untuk mengembangkan standard dan prinsip etis yang menginformasikan perkembangan baru.

2.      Berikan contoh dan jelaskan salah satu kasus yang berkaitan dengan tidak digunakannya etika dalam penggunaan dan pembuatan teknologi sistem informasi !
·         Browsing situs-situs yang tidak sesuai dengan moral dan etika kita
·         Mengintip file orang lain
·         Mengambil hasil intelektual orang lain untuk diri sendiri atau orang lain
·         Mengganggu dan atau merusak system informasi orang lain dengan cara apapun
·         Menggunakan perangkat computer untuk membuat kesaksian palsu atau bohong
Penjelasan pada salah satu contoh kasus pada point ke-1 adalah bahwa penggunaan etika dalam berselancar di dunia internet membutuhkan kesadaran akan situs situs yang tidak sesuai umurnya, misal ada anak sekolah dasar yang membuka situs judi online atau menggunakan sosial media untuk mencela orang lain. Itulah sebabnya bahwa etika pada teknologi informasi harus dipupuk sejak dini.

3.      Hal-hal apa saja yang menjadi dasar sehingga dalam penggunaan maupun pembuatan teknologi sistem informasi harus beretika !
a.       Tidak menggunakan komputer untuk merugikan orang lain
b.      Tidak mengganggu pekerjaan komputer orang lain
c.       Tidak memata-matai file komputer orang lain
d.      Tidak menggunakan komputer untuk mencuri
e.       Tidak menggunakan komputer untuk bersaksi palsu
f.       Tidak menyalin atau menggunakan kepemilikian perangkat lunak dimana anda belum membayarnya
g.      Tidak menggunakan sumber daya komputer orang lain tanpa otorisasi atau kompensasi yang sesuai
h.      Tidak mengambil untuk diri sendiri karya intelektual orang lain
i.        Harus memikirkan tentang konsekuensi sosial program yang anda tulis bagi sistem yang anda desain
j.        Harus menggunakan komputer yang menjamin pertimbangan dan bagi sesama manusia.

4.      Apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir tidak digunakannya etika dalam teknologi sistem informasi, jelaskan !
a.       Menanamkan pendidikan moral sejak dini dikeluarga maupun di sekolah formal.
PENJELASAN = Diajarkan serta diarahkan mana yang menjadi hak dan mana yang menjadi kewajiban setiap orang dalam penggunaan teknologi sistem informasi, tidak hanya diajarkan di dalam aspek pendidikan namun juga diajarkan dalam kehidupan bermasyarakat.
b.      Menggunakan kebijakan dan aturan yang ditetapkan pemerintah serta harus berlandaskan hukum sehingga dalam hal penggunaan teknologi sistem informasi bisa lebih tegas.
PENJEASAN = Dalam hal ini pemerintah menetapkan suatu aturan atau undang-undang yang memberikan hukuman yang sepadan apabila melanggar segala aturan dalam hal penggunaan sistem informasi




Kamis, 21 Januari 2016

Analisis Web E-Government Provinsi Riau dengan Dua Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti

Secara etimologi kata Riau berasal dari bahasa Portugis, Rio berarti sungai. Pada tahun 1514 terdapat sebuah ekspedisi militer Portugis menelusuri Sungai Siak bertujuan mencari lokasi kerajaan yang diyakini mereka ada pada kawasan tersebut, dan sekaligus mengejar pengikut Sultan Mahmud Syah yang melarikan diri setelah kejatuhan Malaka.
Pembentukan Provinsi Riau ditetapkan dengan Undang-Undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957. Kemudian diundangkan dalam Undang-Undang Nomor 61 Tahun 1958.
Berdirinya Provinsi Riau memakan waktu dan perjuangan yang cukup panjang, yaitu hampir 6 tahun (17 November 1952 s.d 5 Maret 1958). Dengan surat keputusan Presiden tertanggal 27 Februari 1958 No.258/M/1958 telah diangkat Mr. S. M. Amin, Gubernur KDH Provinsi Riau dilakukan pada tanggal 5 Maret 1958 di Tanjungpinang oleh Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekjen Mr. Sumarman. Kemudian berdasarkan Kepmendagri nomor Desember 52/I/44-25, pada tanggal 20 Januari 1959, Pekanbaru resmi menjadi ibu kota provinsi Riau menggantikan Tanjung Pinang.
Luas Wilayah Provinsi Riau adalah 107.932,71 Km2 yang membentang dari lereng Bukit Barisan hingga Selat Malaka, Ini membuat provinsi riau berada pada jalur yang sangat strategis karena terletak pada jalur perdagangan Regional dan Internasional di kawasan ASEAN. Memiliki Luas daratan 89.150,15 Km2 dan luas lautan 18.782,56 Km2, di daratan terdapat 15 sungai diantaranya ada 4 (empat) sungai dapat digunakan sebagai prasarana perhubungan, yaitu :
·         Sungai Siak (300 Km) dengan kedalamam 8 – 12 m,
·         Sungai Rokan (400 Km) dengan kedalaman 6-8 m,
·         Sungai Kampar (400 Km) dengan kedalaman lebih kurang 6 m, dan
·    Sungai Indragiri (500 Km) dengan kedalaman 6 – 8 m. Sungai-sungai tersebut membelah dari pegunungan dataran tinggi Bukit Barisan dan bermuara ke Selat Malaka dan Laut Cina.




Analisis dilakukan terhadap web Provinsi Riau dan dua Kabupaten yaitu Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Setiap website tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selanjutnya akan dibahas satu persatu sesuai dengan kriteria penilaian analisis.

1.      Selayang Pandang
·         Provinsi Riau
Isi dari Selayang Pandang (Data Umum) pada halaman ini memenuhi kriteria dan ada yang tidak. Dalam halaman Provinsi Riau, Sejarah, Visi dan Misi, Lokasi dalam bentuk peta tersedia. Motto tidak tersedia. Sayangnya Lambang hanya terdapat pada halaman Home tanpa disertai arti dari lambang Provinsi Riau tersebut.
·         Kabupaten Bengkalis
Isi dari Selayang Pandang (Data Umum) pada halaman ini memenuhi kriteria dan ada yang tidak. Dalam halaman khusus Kabupaten Bengkalis hanya berisi informasi mengenai Visi dan Misi, Lambang dan Arti Lambang. Motto tidak ada. Sejarah terbentuknya tidak ada dan Letak Geografis hanya dijelaskan melalui kalimat. Tidak ada gambar letak geografis secara peta.
·         Kabupaten Kepulauan Meranti
Isi dari Selayang Pandang (Data Umum) pada halaman ini memenuhi kriteria dan ada yang tidak. Dalam halaman khusus Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat Sejarah terbentuknya Kabupaten Kepulauan Meranti, Lambang dan Arti Lambang, Visi dan Misi. Motto tidak ada. Letak Geografis hanya dijelaskan dengan kalimat. Tidak ada gambar peta.

2.      Pemerintahan Daerah
·         Legislatif dan Eksekutif
Pada Website Riau ini Struktur Eksekutif dan Legislatif hanya terdapat pada Sub Menu dari Website Riau saja. Pada halaman Kabupatennya tidak dicantumkan.
·         Nama, Alamat, Telepon, e-mail dari pejabat daerah hanya disertakan Nama dan foto para pejabat daerah
·         Biodata dari Pimpinan Daerah
Biodata yang tercantum pada para Pimpinan daerah hanya berupa data Nama dan Alamat saja.  Ada beberapa Pimpinan Daerah yang tidak lengkap alamatnya.

3.      Geografi
Topografi, Demografi, Sosial, Budaya dan Ekonomi tersedia pada Provinsi Riau. Tidak adanya informasi mengenai cuaca dan iklim. Informasi berupa data statistik tersedia dengan format laporan berbentuk .pdf yang dapat didownload.

4.      Peta Wilayah dan Sumber Daya
Terdapat gambar peta Provinsi Riau dan Kab. Meranti. Untuk Sumber Daya Alam hanya terdapat menu nya, banyak content-content Sumber Daya Alam yang dihasilkan pada Provinsi Riau.

5.      Peraturan Kebijakan Daerah
Tersedianya link Peraturan Daerah (PERDA) Bengkalis dan Peraturan Gubernur (PERGUB) dalam Provinsi Riau.

6.      Buku Tamu
Dalam semua Website tidak terdapat buku tamu.

7.      Forum
Pada ketiga website pemerintahan tersebut tidak tersedianya forum untuk diskusi antara pembaca atau pengunjung terhadap pihak dari pemerintahan.


Gambar 1.2 Analisis Web Provinsi Riau


Gambar 1.3 Analisis Web Kabupaten Bengkalis



Gambar 1.4 Analisis Web Kabupaten Kepulauan Meranti


Analisa

Setelah dilakukan analisis terhadap web pemerintahan Provinsi Riau dan juga Kabupaten Bengkalis serta Kabupaten Kep. Meranti dapat disimpulkan bahwa web yang memiliki nilai tertinggi atau yang paling baik adalah web dari Kabupaten Bengkalis.
Pada bagian unit analisis mengenai informasi menu utama, web pemerintahan Provinsi Riau mendapatkan nilai tertinggi dengan nilai 88,5 karena pada menu utama web tersebut disediakan informasi yang cukup lengkap dan juga tidak membuat bingung pengunjung. Dalam hal informasi tambahan, Provinsi Riau dan juga kabupaten Bengkalis memperoleh nilai sama yaitu 80. Karena pada kedua web tersebut informasi yang tersedia cukup lengkap dan juga cukup menginformasikan tentang daerahnya masing – masing.
Pada aspek penyediaan hubungan, kabupaten Bengkalis memperoleh nilai 80 karena tersedianya hubungan untuk masyarakat, investor dan juga pemerintahan walaupun belum terlalu lengkap. Sedangkan dalam hal aksesibilitas, kedua web antara web Provinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis memperoleh nilai 100 karena pada saat mengakses kedua web tersebut tidak dibutuhkan waktu yang lama.
Dalam hal design, web Kabupaten Kep. Meranti memiliki nilai design yang paling tinggi dengan nilai 80 dikarenakan design yang sederhana yang tidak membuat pusing dan juga tampilan menu yang cukup menarik. Dan yang terakhir dalam hal tingkatan informasi, web dari Kabupaten Bengkalis mendapatkan nilai 80 karena informasi yang disediakan yang paling lengkap diantara web yang lainnya.
Dari ketiga web yang tersedia antara web Provinsi Riau, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kep. Meranti. Kabupaten Kep. Meranti mendapatkan nilai total yang paling rendah dan juga dapat dikategorikan sebagai web yang paling tidak lengkap. Beberapa hal yang mendasarinya yaitu bahwa dalam web tersebut terdapat beberapa menu yang cukup lengkap, namun apabila menu yang diinginkan dipilih tidak menampilkan informasi yang diinginkan, dapat dikatakan juga bahwa menu yang tersedia tidak berfungsi dengan baik.



Rabu, 18 November 2015

TUGAS SOFTSKILL (Pengantar Telematika) - PENERAPAN SPEECH RECOGNITION LIBRARY UNTUK QUERY BASIS DATA

 Speech Recognition Libary Untuk Query Basis Data
  
Interaksi manusia dengan komputer dapat dengan mudah dilakukan bila ada interface sebagai media komunikasi. Penggunaan query basis data saat ini merupakan hal yang mutlak harus dilakukan oleh basis data administrator dalam pengelolaan basis data terutama untuk menyajikan laporan-laporan sesuai dengan permintaan manajemen. Adminstrator berinteraksi dengan komputer melalui media input keyboard ataupun mouse dalam berinteraksi. Pada kasus lain seringkali manusia dihadapi dengan ketidakmampuan secara fisik untuk berinteraksi dengan komputer. Sebagai contoh misalnya penderita cacat mata atau buta dan ketidakmampuan anggota badan dalam menggunakan media input seperti mouse dan keyboard. Hal ini yang menjadi dasar pemikiran betapa pentingnya Natural Language bagi kalangan penderita cacat yang akan berinteraksi dengan komputer. Hasil akhir yang diharapkan nantinya pengguna akhir melakukan query basis data melalui aplikasi tertentu yang dibuat khusus. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Speech Recognition Library untuk Query Basis data”. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode prototyping.

1.      PENDAHULUAN         
Speech Recognition berhubungan erat dengan bahasa sehari-hari. Bahasa merupakan Teknologi speech recognition merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan teknologi pengenalan wicara yang umat manusia. Bahasa dapat berupa catatan dari memanfaatkan sinyal suara manusia sebagai pengetahuan yang didapat dari kehidupan masukan untuk kemudian dikenali oleh sistem manusia dari generasi ke generasi berikutnya, komputer. Teknologi ini merupakan sedangkan dalam bentuk lisan merupakan sarana pengembangan interaksi antara manusia dengan komunikasi antar individu dalam kelompok komputer untuk meminimalisir peralatan input masyarakat. Bahasa alami atau natural language device seperti mouse, keyboard maupun adalah suatu bahasa yang diucapkan, ditulis atau peralatan interface lainnya. diisyaratkan oleh manusia untuk berkomunikasi secara umum sedangan query adalah ekspresi bahasa yang menggambarkan data yang akan didapatkan kembali dari sebuah basis data Interaksi manusia dengan komputer dapat dengan mudah dilakukan bila ada interface sebagai media komunikasi. Bagi yang sudah mahir dibidang komputer mungkin tidak perlu lagi menggunakan interface tetapi bagi user yang masih awam dipastikan tidak mungkin bisa berkomunikasi tanpa adanya interface.  Penggunaan query basis data saat ini sudah merupakan hal yang mutlak harus dilakukan oleh basis data administrator dalam pengelolaan basis data terutama untuk menyajikan laporan-laporan sesuai dengan permintaan manajemen. Saat ini  teknis penerapan query basis data administrator melakukannya dengan melakukan akses langsung ke dalam basis data. Adminstrator berkomunikasi dengan komputer melalui media input keyboard ataupun mouse dalam beriteraksi. Seringkali aplikasi yang digunakan sebagai interface untuk mengakses basis data dibuat dengan asumsi bahwa pengguna aplikasi tidak memiliki kebutuhan khusus. Sebuah aplikasi seharusnya dibuat dengan  menggunakan asumsi bahwa aplikasi tersebut juga akan digunakan oleh penyandang cacat. Hal ini yang menjadi dasar pemikiran betapa pentingnya Bahasa Alami bagi kalangan penderita cacat yang akan berinteraksi dengan komputer. Berdasarkan latar belakang tersebut, keterbatasan dalam berinteraksi dengan komputer dapat diatasi dengan menggunakan teknologi speech recognition yang akan diangkat menjadi bahan penelitian dengan judul “Penerapan Speech Recognition Library untuk Query Basis data”.

2.      RANCANGAN SISTEM
Rancangan sistem dalam penelitian ini terdiri dari:

a.      Flowchart Sistem
Dalam flowchart sistem ini dijelaskan gambaran secara garis besar sistem / aplikasi yang akan dibangun.

Gambar 1 flowchart program

b.      Tabel Sistem

 Tabel 1. query guru dan siswa

c.       Rancangan Menu Utama
Menggambarkan bentuk design menu utama/interface berserta sub menu guna merelasikan komputer dengan pengguna aplikasi

Gambar 2 tampilan menu utama

Dalam desain menu terdiri dari satu menu utama dan satu sub menu yang berfungsi untuk mengakses ke form perintah query.

Gambar 3. Design hasil query

3.      PEMBAHASAN
Sebelum menjalankan aplikasi ini sebelumnya harus diintalasi ke sistem. Aplikai ini khusus digunakan untuk basis data MySQL yang terhubungan dengan ODBCMySql agar dapat terkoneksi dengan aplikasi.

a.      Menu Utama

Gambar 4. Menu utama

Jika pada menu File ditekan maka akan tampil 1 menu yaitu perintah query berfungsi untuk menampilkan form masukan data query dengan data input berupa suara sekaligus untuk menjalankan form query.

Gambar 5. Menu file utama

b.      Query
Perintah Query digunakan untuk memasukkan perintah-perintah yang diinput dari media suara melalui microphone. Pilih file lalu pilih perintah query. Setalah tampil halaman perintah query lalu tekan tombol mulai. Selanjutnya sistem akan menunggu masukan melalui input suara. Setelah perintah diinput melalui suara selanjutnya pada kolom input akan muncul teks sesuai dengan perintah yang diinputkan. Selanjutnya tekan tombol tampilkan perintah query. Data hasil input melalui suara akan dikonversikan ke dalam bentuk bahasa query pada kolom dibawahnya. Selanjutnya tekan tombol tampilkan data. Setalah itu di layar akan akan ditampilkan data sesuai dengan perintah query.

Gambar 5. Query


4.      IMPLEMENTASI SISTEM
Setelah melakukan uji coba terhadap aplikasi yang dibuat ditemukan beberapa hasil:
·         Aplikasi mampu menterjemahkan masukan dari suara manusia ke dalam bentuk teks.
·         Aplikasi mampu menampilkan perintah query setelah mendapatkan perintah suara.
·         Dari perintah suara yang di dapat data dapat diolah dan hasil query akan ditampilkan sesuai dengan permintaan user.

Namun dari hasil uji coba di atas terdapat beberapa kekurangan dari aplikasi yang dibuat yaitu :
·         Input yang dapat diterima dan diterima dan diterjemahkan hanya kata-kata dari bahasa inggris.
·         Pengucapan kata harus tepat, jelas dan konsisten.
·         Aplikasi harus digunakan pada tempat yang bebas dari ganguan kebisingan atau suara luar.
·         Library SAPI (speech aplikasi programing interface) yang disertakan dalam setiap distribusi sistem operasi windows dirasakan sangat tidak stabil dan masih memerlukan peroses maturity untuk dapat dijalankan dengan sempurna pada query basis data

5.      KESIMPULAN
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
·         Hasil penelitian adalah sebuah aplikasi speech recognition yang digunakan untuk menterjemahkan perintah suara menjadi perintah query yang dimengerti oleh komputer.
·         Dengan adanya aplikasi ini maka maka akan sangat membantu bagi database administrator terutama yang memiliki kekurangan dalam berinteraksi dengan komputer melalui keyboard tetapi tidak menutup kemungkinan aplikasi ini digunakan untuk umum.


Selasa, 17 November 2015

Pentingnya Manajemen Kontrol Keamanan Pada Sistem

Manajemen informasi adalah  kunci dari kesuksesan yang kompetitif dalam  semua sektor ekonomi.Karena kelangsungan sebuah bisnis dipengaruhi oleh informasi yang termanajemen dengan baik. Informasi ini disajikan dalam berbagai format seperti : catatan, lisan, elektronik, pos,maupun audio visual.
Pengontrolan ditujukan untuk memastikan bahwa CBIS telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, system beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan.
Properti Sistem Yang Memberikan Keamanan Sebuah system harus mempunyai tiga property (sifat), yaitu :
  • Integritas, system akan mempunyai integritas bila ia berjalan menurut spesifikasinya. Perancang system berusaha untuk mengembangkan system yang mempunyai integritas fungsional, yaitu kemampuan untuk melanjutkan operasi, apabila salah satu atau lebih dari komponennya tidak berjalan.
  • Audibilitas, ia akan bersifat audible jika ia memiliki visibilitas dan accountability (daya perhitungan). Bila system memiliki audibilitas maka mudah bagi seseorang untuk memeriksa, memverifikasi atau menunjukkan penampilannya.
  • Daya kontrol, daya kontrol memungkinan manajer untuk menangani pengerahan atau penghambatan pengaruh terhadap system. Teknik yang efektif untuk mendapatkan daya kontrol system ini adalah dengan membagi system menjadi subsistem yang menangani transaksi secara terpisah.
Tujuan manajemen informasi adalah untuk melindungi kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi. Dengan tumbuhnya berbagai  penipuan, spionase, virus, dan hackers mengancam informasi bisnis  manajemen, hal ini disebabkan keterbukaan informasi dan kurangnya kendali/control yang dilakukan melalui teknologi informasi modern. Sebagai konsekuensinya ,
Mengapa Perlu Adanya Manajemen Kontrol Sistem?
Keamanan Informasi adalah suatu upaya untuk mengamankan aset informasi yang dimiliki. Kebanyakan orang mungkin akan bertanya, mengapa “keamanan informasi” dan bukan “keamanan teknologi informasi” atau IT Security.
Kedua istilah ini sebenarnya sangat terkait, namun mengacu pada dua hal yang sama sekali berbeda. “Keamanan Teknologi Informasi” atau IT Security mengacu pada usaha-usaha mengamankan infrastruktur teknologi informasi dari  gangguan-gangguan berupa akses terlarang serta utilisasi jaringan yang tidak diizinkan
Berbeda dengan “keamanan informasi” yang fokusnya justru pada data dan informasi milik perusahaan  Pada konsep ini, usaha-usaha yang dilakukan adalah merencanakan, mengembangkan serta mengawasi semua kegiatan yang terkait dengan bagaimana data dan informasi bisnis dapat digunakan serta diutilisasi sesuai dengan fungsinya serta tidak disalah gunakan atau bahkan dibocorkan ke pihak-pihak yang tidak berkepentingan.
Keamanan informasi terdiri dari perlindungan terhadap aspek-aspek berikut:
  1. Confidentiality (kerahasiaan) aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan.
  2. Integrity (integritas) aspek yang menjamin bahwa data tidak dirubah tanpa ada ijin fihak yang berwenang (authorized), menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity ini.
  3. Availability (ketersediaan) aspek yang menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait (aset yang berhubungan bilamana diperlukan).
Keamanan informasi diperoleh dengan mengimplementasi seperangkat alat kontrol yang layak, yang dapat berupa kebijakan-kebijakan, praktek-praktek, prosedur-prosedur, struktur-struktur organisasi dan piranti lunak.
Informasi yang merupakan aset harus dilindungi keamanannya. Keamanan, secara umum diartikan sebagai “quality or state of being secure-to be free from danger”. Untuk menjadi aman adalah dengan cara dilindungi dari musuh dan bahaya. Keamanan bisa dicapai dengan beberapa strategi yang biasa dilakukan secara simultan atau digunakan dalam kombinasi satu dengan yang lainnya. Strategi keamanan informasi memiliki fokus dan dibangun pada masing-masing ke-khusus-annya. Contoh dari tinjauan keamanan informasi adalah:
  • Physical Security yang memfokuskan strategi untuk mengamankan pekerja atau anggota organisasi, aset fisik, dan tempat kerja dari berbagai ancaman meliputi bahaya kebakaran, akses tanpa otorisasi, dan bencana alam.
  • Personal Security yang overlap dengan ‘phisycal security’ dalam melindungi orang-orang dalam organisasi.
  • Operation Security yang memfokuskan strategi untuk mengamankan kemampuan organisasi atau perusahaan untuk bekerja tanpa gangguan.
  • Communications Security yang bertujuan mengamankan media komunikasi, teknologi komunikasi dan isinya, serta kemampuan untuk memanfaatkan alat ini untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Network Security yang memfokuskan pada pengamanan peralatan jaringan data organisasi, jaringannya dan isinya, serta kemampuan untuk menggunakan jaringan tersebut dalam memenuhi fungsi komunikasi data organisasi.

CARA MEMBUAT WORK BREAKDOWN STRUCTURE DARI PENULISAN ILMIAH



WBS merupakan kependekan dari Work Breakdown Structure. WBS adalah suatu metode pengorganisaian proyek menjadi struktur pelaporan hierarakis. WBS digunakan untuk melakukan Breakdown atau memecahkan tiap proses pekerjaan menjadi lebih detail.hal ini dimaksudkan agar proses perencanaan proyek memiliki tingkat yang lebih baik.

Manfaat dari Work Breakdown Structure (WBS)
WBS sangat penting dalam perencanaan project. Dengan WBS kita akan menuliskan tahapan-tahapan project secara mendetail. Dari tahapan-tahapan yang kita tuliskan kita kemudian akan menganalisa kebutuhan SDM (Sumber Daya Manusia) dan sumber-sumber daya lainnya seperti tempat, fasilitas, alat-alat yang diperlukan. Dari analisa sumber daya-sumber daya ini kemudian kita bisa tentukan total waktu yang dibutuhkan. Dari total waktu yang dibutuhkan dan pemakaian sumber-sumber daya lainnya kita bisa menentukan biaya project. Biaya project ditambah dengan keuntungan yang ingin kita peroleh maka didapatkan harga project.

Berikut adalah Manfaat dari Work Breakdown Structure (WBS):
1. Mengurangi kompleksitas
2. Fasilitas penjadwalan dan pengendalian
3. Estimasi Biaya (Cost Estimation)
4. Penyusunan anggaran (Cost Budgeting)
5. Perencanaan manajemen Risiko (Risk Management Planning)
6. Identifikasi aktivitas (Activity Definition)

Struktur WBS adalah:
Struktur dalam WBS mendefinisikan tugas-tugas yang dapat diselesaikan secara terpisah dari tugas-tugas lain, memudahkan alokasi sumber daya, penyerahan tanggung jawab, pengukuran dan pengendalian proyek. Pembagian tugas menjadi sub tugas yang lebih kecil tersebut dengan harapan menjadi lebih mudah untuk dikerjakan dan diestimasi lama waktunya.
Ada empat macam bentuk dasar dari WBS yang biasa digunakan dalam proses pembuatan aplikasi penggajian, yaitu :
1. Hirarki
Struktur navigasi hirarki sering disebut struktur navigasi bercabang, yaitu merupakan suatu struktur yang mengandalkan percabangan untuk menampilkan data atau gambar pada layer dengan kriteria tertentu. Tampilan pada menu utama disebut master page (halaman utama satu), halaman tersebut mempunyai halaman percabangan yang disebut slave page (halaman pendukung) dan jika dipilih akan menjadi halaman kedua, begitu seterusnya.
2. Linier
Struktur navigasi linier merupakan struktur yang mempunyai satu rangkaian cerita berurutan. Struktur ini menampilkan satu demi satu tampilan layer secara berurutan menurut aturannya.
3. Non Linear
Struktur navigasi non liniar (tidak terurut) merupakan pengembangan dari struktur navigasi liniar, hanya saja pada struktur ini diperkenankan untuk membuat percabangan. Percabangan pada struktur non liniar berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, pada struktur ini kedudukan semua page sama, sehingga tidak dikenal adanya master atau slave page.
4. Campuran (Composite)
Struktur navigasi campuran (composite) merupakan gabungan dari struktur sebelumnya dan disebut juga struktur navigasi bebas, maksudnya adalah jika suatu tampilan membutuhkan percabangan maka dibuat percabangan. Struktur ini paling banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi multimedia.

Pada penulisan ini akan dijelaskan tentang WBS pada Penulisan Ilmiah yang dibuat beberapa bulan lalu. Penulisan ini berisi tentang urutan membuat database aplikasi berbasis windows dengan judul penulisan "Perancangan Aplikasi Akademik Smp Mardi Yuana Cilegon Menggunakan Visual Studio 2012 Dan Microsoft Access 2013".
Untuk membuat aplikasi tersebut saya melakukan langkah-langkah yang terstruktur agar aplikasi tersebut selesai dengan baik. Pertama yang saya lakukan yaitu menganalisa kebutuhan yang diperlukan, seperti informasi data guru dan siswa di smp mardiyuana cilegon. Langkah selanjutnya yaitu membuat analisis proses kerja program, seperti menentukan software yang akan digunakan. Setelah itu langkah selanjutnya adalah analisis kebutuhan program lalu listing coding program dan tahapan terahkir adalah inplementasi aplikasi ke enduser(pengguna aplikasi)

Berikut ini merupakan contoh pengaplikasian WBS pada penulisan saya kali ini:


Gambar 1. WBS pada Perancangan Aplikasi akademik

Gambar dibawah adalah gambar struktur program aplikasi dari penulisan ilmiah saya:

Gambar 2. Struktur Program Aplikasi Akademik SMP Mardi Yuana Cilegon